Langsung ke konten utama

Postingan

semangatlah

januari 2018 pertama kalinya kami bertemu setelah momen pergantian tahun ada yang ingin aku ceritakan bukan tentang apa saja yang kami perbincangkan tetapi apa yang dapat aku ambil sebagai pelaajran dari perbincangan remeh temeh kami hehehehe jika dalam dunia apapun kita tinggal dan prinsip tetap dipegang maka tidak mengapa ada yang menggoyahkan keyakinan karena punya prinsip yang dipunya jadi semua itu bukan masalah kuat atau tidaknya sabar atau tidaknya tidak peduli atau tidak semua tergantung pada diri sendiri jadi satu-satunya jalan keluar adalah belajar benahi diri dan yakini apa yang memang benar jangan lupa lihat juga ke pedoman hidup yang tak diragukan kebenarannya karena senantiasa dijaga nah..perjalanan selanjutnya adalah menemui teman yang lain apa yang ingin aku bagikan adalah kembali apa yang seketika dapat aku tangkap dan menjadikan pemikiran olehku pertemuan bukan hanya sekadar kebetulan tapi karena adanya kemauan karena adanya upa...

reflect

cerita sore hari kemarin seperti biasa aku pulang menempuh jalan yang biasa aku lalui dan sebagaimana biasanya, macet melanda hampir 1 kilometer sebelum lampu merah di pertigaan jalan besar itu dan.. jika aku lebih sering menghindar dari kemacetan dengan menggunakan jalur yang lain lewat ring road utara tapi semalam, entah aku berkeyakinan dapat menembus kemacetan dengan sabar sehingga jalur yang aku lalui jalur biasanya dan baik saja hasil dari menempuh kemacetan itu ternyata adalah....... jalur biasanya dialihkan ^o^ sudah cukup lam berada dalam kemacetan, sampai di pertigaan justru tidak bisa lurus seperti biasanya malah diminta untuk memutar jalan ke utara yang pastinya di putaran itu (u-turn) juga pasti ramai dan macet alhasil, aku pun memilih untuk memutar lebih jauh dan menuju putaran yang bisa aku temui jika aku lewat jalan alternatif ring road tadi pelajaran yang dapat kupetik sebagaimanapun kita menyikapi positif apa yang ada di hadapan kita teta...

sajak diri

adakah kau merasa sendiri hanya berteman sepi meski sejatinya ada yang menemani tapi terasa seorang diri pernahkah kau mencium alunan pagi yang selalu menentramkan hati dengan beragam bunyi memecahkan sunyi malam hari akankah kau bangun dari mimpi dalam keheningan malam nanti dalam kesendirian yang menyelimuti dan menanti jawaban dari Illahi sekadar sajak yang tak harus dimengerti
orang tua dengan sepenuh hati memberikan segenap tenaga untuk anaknya merawat dan menumbuhkembangkannya merawat dengan segala daya dan upaya dengan segala kekuatan di masa muda tapi anak pada masanya mereka hnanya merawat orang tua sekadarnya sesempatnya seperlunya tanpa mengingat daya yanng pernah mereka terima dari kedua orang tuanya dulu inilah kasih anak sepanjang galah kasih orang tua sepanjang jalan terima kasih wahai orang tua yang telah mendidik kami hingga dewasa hinggga dapat menjadi manusia sebenarnya terima kasih terima kasih dan alhamdulillah
setiap langkah adalah jejak yang saling terhubung masing-masing menyipan kedalaman tersendiri dalam tiap pijakannya langkah yang kemudian mengantarkan menyampaikan pada suatu bentuk apakah lurus ataukah berbalik apakah berputar langkah yang diciptakan tak hanya berbekal pada keyakinan tapi juga perasaan karena hati tak hanya meyakini tapi juga merasakan sebersit pemikiran di kala senja menjelang tak lantas mengaburkan pandangan hanya saja menjadikan renungan bagi diri yang masih terus belajar

masa mungkin

mungkin 3 tahun lagi ya mungkin 3 tahun lagi dulu aku menyukai K untuk 5 tahun kini sudah hampir 2 tahun aku menyukai J meskipun yang disukai sudah berbeda bukan berarti aku melupa karena pada alam bawah sadar manusia segala ingatan tersimpan di sana entah sadar ataukah tidak dan mereka bisa jadi berkembang atau bisa juga stagnan p.s: K=Korea-korea-an J=Jepang-jepang-an