Langsung ke konten utama

TTC ep 43



Marcell ngeliatin Bintang-Alex. Membatin, sakit Bintang, rasanya sakiiiiit banget ngeliat Bintang sama Alex. Brian di sebelah Cuma sabar menunggu Marcell menatap pemandangan itu.
Bintang masuk ke dalam panti. Kali ini Bu Peri nggak ngebiarin Bintang langsung masuk kamar. Bu Peri mempertanyakan Bintang yangn jadi sering pulang malam setelah kenal sama Nirmala. Bintang bilang kalau itu kan kerjaan Bintang sekarang. Oke kalau gitu, tapi prestasi Bintang udah mulai menurun sejak kenal ngebantuin Nirmala sampai malem. Bintang minta maaf. Kali ini ibu Peri bilang maaf aja nggak cukp, beliau bersikap tegas, melarang Bintang untuk ketemu dengan tante Nirmala lagi. bintang memohon sama ibu Peri, kali ini ibu Peri nggak mau mentolerir. Ibu Peri mengatakan apa Bintang mau kayak Bulan yan ninggalin ibu Peri?. Bintang langsung emluk ibu Peri dan bilang dia nggak akan kayak Bulan, nggak akan ninggalin rumah panti.
Virgie nemuin Rangga. Virgie mempertanyakan ke Rangga kok masih aja dateng, padahal Virgie udah bilan nggak bakal dateng. Rangga tersenyum, kalau Virgie nggak dateng, terus yang lagi di depannya siapa?. Rangga ngasih ikat bunga putih untuk beautiful lady-nya, Virgie. Virgie nerima bunga itu sambil teringat bunga yang dikasih Alex. Rangga meminta maaf atas segala kesalahannya dulu dan bilang kalau dia nggak bakal ngulangin lagi. Rangga masih punya kado buat Virgie. Kalung dengan liontinnya. Rangga langsung mau masangin kalung itu ke leher Virgie. Lagi tengah proses masngin, Virgie menghentikan tangan Rangga. Rangga bilang, kalau kalung itu nggak berarti apa-apa. Kalung biasa. Kalung itu terpasang manis di leher Virgie.
Banana berpapasan sama Chella. Banana mau berlalu, tapi ditahan sama Chella. Chella bilang kalau aslinya Banana sayang sama Chella, Banana kangen sama Chella. banana keliatan nggak konsisten ni, bilang iya, enggak, tapi iya lagi. mereka berdua ngedenger pengumuman Markonah bersama.
Sekarang, tiap kali Banana berpapasan dengan Rangga, Banana akan langsung jalan aja. Liat-liatan sih, tapi Cuma bentar. Chella ngedukung Banana untuk move on dari Rangga. Pas mereka berpapasan, Chella bantuin nunjukin tag “miss move on” milik Banana.
Alex udah datang duluan di sekolah. Diliatin sama temen-temen lain. Karena apa? Bintang datang, pake tas warna pink. Seneng ngeliat Alex juga pake barang yang sama kayak Bintang, kadonya tadi malam. Alex? Keliatan nggak seneng. Alex nggak pingin nerusin pakenya, tapi Bintang bilang nggak papa kalau nggak dipake, Bintang bakal tetep pake. Kan Bintang Cuma pingin mereka beneran jadi couple cie-cie, couple yang dicie-ciein sama anak-anak. Bintang pergi duluan.
Alex nyusulin Bintang. mereka berdua ketemu Virgie. Virgie ngetawain Alex yang pake tas pink. Bintang pede nunjukkin ke Virgie. Bilang kalau mereka adalah couple cie cie. Virgie komen, bukannya cie cie tu maksudnya ngejek ya?. btw, Virgie bilang dia udah couple duluan sama Alex, jam tangan yang berwarna gelap. Bintang panas, mastiin Alex suka sama tas pink nya. Alex bilang iya. Virgie gentian tanya, Alex lebih suka jam couple mereka kan?cz berwarna gelap. Iya juga sih, sambil senyum jawab Alex. Bintang ngeloyor pergi.
Markonah menyabotase radio sekolah. Markonah ngumumin kalau tadi malem habis nge-date sama cogan2 a.k.a Marcell. Markonah girang bener, ketawa-ketawa. Luvi sama Bintang langsung munculdi belakang, menghentikan, tapi nggak bisa. Markonah ngumumin lagi, kalau tanggal 14 februari itu adalah tanggal jadiannya sama Marcell. Kelar ngasih pengumuman, Luvi dan Bintang baru berhasil matiin radio sekolah. Markonah pergi.
Seantero sekolahan bisa ngedenger pengumuman Markonah, termasuk Marcell, Brian, Chopstik, Mr. Kliwon, Alex, Virgie, Banana, Chella. Marcell mempertanyakan pernyataan Markonah tentang kulit dan parfum karbol yang dikira punya Marcell di malam itu. chopstick dan Brian ngetawain, meskipun udah dilarang Marcell buat ketawa.
Alex lagi sama Virgie, mendengarkan siaran markonah. Alex ngetawain Marcell. Muka Virgie udah nggak enak nie. Alex masih ngelanjutin omongannya. Alex bilang kalau nggak ada yang cinta sama Marcell, seklainya ada, Markonah, eh, ada Chella juga. Marcell dibilang nggak ngehargain orang yang udah mencintai dia dan masih ngejar orang yang jelas nggak cinta sama dia. Virgie komentar, kalau dia nggak suka Alex ngetawain kakaknya. Biar gimana juga, Virgie dan Marcell saudara sedarah. Becandaan Alex nggak lucu, kata Virgie. Virgie pergi. Alex nyusulin, merasa bersalah.
Bintang sama Luvi lagi jalan, ngobrol gimana kalau Bu Yufa tau Markonah udah nyabotase radio dan curhat di radio sekolah. Virgie lewat, Alex ngejar Virgie. Virgie ngeliat Bintang bisa ngeliat dia. Virgie langusng muter kursi rodanya. Alex nemuin Virgie, bilang kalau Virgie jangan ngambek. Virgie bilang dia nggak bakal ngambek, tapi Alex harus nganterin dia ke perpus, sekarang. Alex langsung ngedorong kursi roda Virgie ke perpus. Bintang marah ngeliatnya, tapi cuek aja.
Bintang jalan santai. Rangga yang juga ngeliat hal itu, nggak bisa nyante. Rangga ngajakin Bintang buat nemuin Alex Virgie. Bintangnya nggak mau. Tojh Alex kan juga pacarnya, ngapain Rangga yang sewot. Jangan-jangan Rangga yang mau nyusulin Virgie. Rangga salting bentar, terus bilang kalau meskipun Bintang miliknya, belum tentu Alex nggak bisa jadi milik orang lain. Rangga pergi ninggalin Bintang. Luvi menganggukkan omongan Rangga.
Di kelas, Virgie lagi mbaca komik. Alex masuk, naruh buku, mau ke meja Bintang. Virgie nunjukkin komik itu, bikin Alex duduk di bangku di antara Bintang dan Virgie. Alex masih merhatiin komik yang ditunjukkin Virgie. Bintang kesel. Keluar. Alex mau nyusulin, Virgie ngejatuhin komiknya.
Ketemu Marcell, langsung diajak ke depan kelas. Berdua berdiri berdampingan. Alex ngeliatin. Bintang ngajak Marcell pergi. Alex mau nyusulin, Virgie senyum aja. Bintangmbikin Alex cemburu pas ngeliatin Bintangnyuapin Marcell. Bintang ngajak Marcell pergi. Alex nyusulin. Marcell ngerasa ada yang aneh sama Bintang. Alex mau nyamperin, Virgie datang ngajak ke perpus. Rangga datang, nawarin Virgie ke perpus sama Rangga aja, tapi Virgie nggak mau. Maunya sama Alex. Alex ijin bentar mau nemuin Bintang dulu, Virgie nggak mau. Bintang tiba-tiba ngajak Marcell nonton. Marcell cengar-cengir seneng aja. Chella datang di atara Alex dan Bintang, nanya ada apa kok pada berose gitu. Bintang bilang nggak ada apa-apa, langsung narik Marcell. Rangga ngedorong Virgie diikutin Alex yang masih ngeliat ke Bintang. Chella ditinggal.
Marcell lagi ngobrol sama Bintang. chella sama banana lagi nyariin Markonah tentang masalah Marcell. Marcell tau ada Chella dan Banana, langsung dia ngebekap mulut Bintang dan ngerangkul Bintang buat sembunyi di bawah tangga. Banana ngeliat ada sepatu di bawah tangga, mau ngecek, tapi Chella keburu dateng buat ngajak Banana pergi.
Banana dan Chella pergi. Alex lewat. Ngeliat Marcell meluk Bintang dan ngebekap  mulut Bintang. Bintang kaget. Alex juga. Bintang di antara Marcell dan Alex.
Bersambung.


P.S.: 
for TTCLovers and others, thanks uda baca reviewQ..and, please give me a comment after u read this eaa...bcoz u'r comment will make me feel more valuable.. thank you :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mencari

setiap kita adalah pencari pencari makna pencari makan pencari berita   bagi para pencari proses ini tidak akan berhenti, karena belajar salah satunya dengan mencari   yang kemudian perlu dijadikan pagar adalah bahaimana pencarian berlandaskan pada aturan yang tidak menyimpang dan disertai permohonan agar tetap diberikan petunjuk oleh Yang Maha Menciptakan

Indonesia Now . . .!

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu Tanggal perkuliahan: 20 November 2012 Menuju Masyarakat Dunia ….!!! Belakangan ini, sering terdengar beberapa teman menyebutkan bahwa perlahan tapi pasti, Indonesia akan menuju kea rah yang sama dengan U.S.A. Tak dapat dipungkiri bahwa kiblat pendidikan Indonesia pun mengacu ke sana. Hal ini senada dengan apa yang telah di tulis oleh Dharma Wijayanto bahwa memang Bangsa Indonesia menginginkan agar masyarakatnya dapat maju setingkat dan sederajat dengan masyarakat dunia. Bila tercetus dunia maju, tak pelak kita akan terpikir Negara adidaya “itu”. Selain itu, disadari atau tidak, mulai banyak didirikan pabrik-pabrik di tanah air tercinta ini. Pabrik yang didirikan entah oleh perusahaan asing, atau perusahaan negeri sendiri yang disokong dananya oleh asing. Semakin banyaknya pabrik yang menjamur, menggeser masyarakat Indonesia yang pada mulanya sebagai Negara agraris menjadi Negara industrialis. Mengingat pada kuliah Dr. Marsigit, M.A., bahwa te...

Music Life...

Tugas Filsafat Ilmu tanggal 13 November 2012 Oleh: Destri Ratna Ma’rifah 12708251072 PSn D Musik Kehidupan 1.       P: Apakah anda menyukai musik? N : Ya, saya kadang menyukai musik. T : bila saya, saya menyukai musik. Musik tanpa tahu kapannya mulai terinternalisasi dalam diriku. Mungkin inilah intuisiku terhadap ruang dan waktu. 2.       P : mengapa anda menyukai musik? N : karena terkadang musik bisa mewakili isi hati, dan bisa mendinamisasikan gerak. Misalnya saja ketika hati sedang gembira, musik  yang ceria akan menjadikan semangat. T : bagiku, karena musik dapat menjadi ekspresi dari pembuat komposisi musik, bisa juga menjadi curahan hati yan tak tersampaikan bagi pendengarnya (yang juga dapat merupakan pembuat musik). 3.       P : Musik seperti apa yang anda sukai? N : musik yang bersemangat, yang tidak melankolis. T : musik yang aku sukai adalah musiki yang meng...