Langsung ke konten utama

refleksi lebaran



Padamu juga, aku tidak akan berani untuk menyukaimu
Karena dalam hatiku, aku belum dapat berhasil mencintaiNya
mencintaiNya, hal yang ingin aku lakukan pertama kali sebelum dapat mencintaimu
mencintai kedua orang tua, ku harap dapat menjadi lantaranku dalam mencintaiNya
tapi mencintaimu, aku belum berani sebalum aku mampu mencintaiNya
maafkan aku

ke depan, aku akan berusaha untuk tidak mengganggumu
bila memang pada akhirnya berjodoh pada ikrar janji suci pernikahan
aku ingin itu terjadi karena kehendakNya
bilapun tidak terjadi seperti apa yang diimpikan
aku yakin Dia memiiliki rencana terbaik untukku

Allah selalu memiliki kebaikan untuk hambaNya
Ia begitu pemurah lagi penyayang
Tak pantas aku meragukan takdirNya
Sebagaimana tak boleh aku berputus asa padaNya, insyaaAlloh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mencari

setiap kita adalah pencari pencari makna pencari makan pencari berita   bagi para pencari proses ini tidak akan berhenti, karena belajar salah satunya dengan mencari   yang kemudian perlu dijadikan pagar adalah bahaimana pencarian berlandaskan pada aturan yang tidak menyimpang dan disertai permohonan agar tetap diberikan petunjuk oleh Yang Maha Menciptakan

drama

Hidup itu adalah drama Tak jarang kita melontarkan kalimat "ah, drama!" pada apa yang terjadi pada orang di sekitar kita ketika ia bercerita Tapi, ingatkah kita? Bahwa hidup kita pun adalah drama Drama yang kita lalui Drama yang kita lah pemeran utamanya Tapi kenapa? Kita baru menyebut drama ketika orang lain bercerita Ketika kita tidak ada di sana sebagai pemeran utama Apakah karena kita lebih suka mengamati drama orang lain? Ataukah karena kita tidak berani menjadi tokoh utama dalam drama kita sendiri? Mana yang benar ini?

sejarah filsafat

SEJARAH ALIRAN FILSAFAT A.     Pendahuluan Filsafat   adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika (Anonim, 2012). Sebelum dikenal filsafat, masyarakat lebih mempercayai adanya mitos-mitos dalam kehidupan mereka. Setiap hal dianggap sebagai sesuatu yang wajar terjadi dan yang telah menjadi mitos sebelum-sebelumnya. Hal ini menjadikan masyarakat pada zaman itu hanya berpedoman pada mitos dan belum memikirkan akan apa yang mungkin mendasari kejadian-kejadian yang mereka alami dalam kehidupan. Kejenuhan terhadap mitos yang dengan jelas tidak mampu menjelaskan kejadian yang mereka ala...