Langsung ke konten utama

Postingan

resume

Bukan suatu hal yang penting sebenarnya, meresume cerita yang terdapat dalam sebuah buku. Tapi, apa salahnya jika hal ini justru akan mengingatkan pada buku yang pernah dibaca dan pesan yang terkandung di dalamnya. Seperti yang tengah aku lakukan sekarang. Berawal dari permintaan seorang teman untuk membaca buku "Mereka yang Melampaui Waktu" karya Sigit Budhi Setiawan & Marlutfi Yoandinas (2013), akhirnya aku menyarankan pada temanku untuk memintaku pula me-resume cerita yang telah aku baca. Aku membacanya secara acak, jadi resume yang dibuat sesuai dengan sub judul yang telah dibaca. Belum banyak, baru tiga sub judul yang berhasil aku resume. Tentu saja dengan singkat (:D) dan tanpa berpanjang lebar. Berikut hasil resume yang telah dilakukan. Masih sedikit, tapi semoga bermanfaat. Markhatam (kalian bisa nemuin cerita ini di halaman 44) Ia adalah seorang pribumi yang dipaksa menjadi romusha demi mempertahankan tanah seumber penghidupannya. Selama menjadi ...

langit senja

senja selalu memberikan warna pada langit tak hanya putihnya awan ataupun birunya langit senja di langit seringkali memberikan ketenangan dalam diri mengingatkan pada kuasa Illahi senja, entah kapan akan berakhir dan sirna mungkin hingga saatnya sang sangkakala diperdengarkan bunyinya mungkin saat itu semua manusia kan merindukan keelokannya senja itu hiasan di langit sore yang kembali mengingatkan manusia untuk memujiNya melantunkan pujian atas kebesaranNya

moon_4

bulan selalu ada syukur tiap melihatmu betapa indah cahayamu hingga mampu menerangi langit malam selalu semoga kau selalu menemaniku dalam suka ataupun dukaku di setiap malam-malamku hanya satu pintaku padaMu Tuhanku semoga dapat selalu ku bersyukur padaMu atas indahnya alam ciptaanMu aamiin

jejak kedelapan

Pagi sekali Yong Hwa berangkat ke studio untuk latihan. Minhyuk baru saja datang saat ia ijin untuk membeli goguma. Yong Hwa pun bergegas ke toko bibi goguma. Minhyuk ia tinggalkan dengan wajah yang bertanya-tanya dalam hati “tumben Hyung sudah berangkat begini pagi dan membeli goguma”. “bibi”, sapa Yong Hwa. Ia belum melihat Joo Hyun di toko. Mungkin ia belum datang, piker Yong Hwa. “o, ya, kau mau membeli goguma nak?” tanya bibi penjual. “iya, bi. Saya ingin membeli 8 goguma bi”, pinta Yong Hwa. “baiklah, tunggu sebentar ya nak. Joo Hyun juga belum datang, kok”, kata bibi. Yong Hwa kaget dengan pipi yang bersemu merah muda. Tak lama Joo Hyun datang. “bi, seperti biasa, aku mam umembeli goguma bibi”, kata Joo Hyun. Yong Hwa yang berdiri di sebelahnya agak kaget dan menjadi salah tingkah. Bibi kembali dari dalam untuk menyapa Joo Hyun dan mengantarkan pesanan Yong Hwa. “ini nak, goguma mu”, kata bibi pada Yong Hwa. Yong Hwa pun kikuk menerima goguma yang diulurka...

senja itu

di suatu senja di masa yang lalu dulu terasa indah meski sekarang tidak dulu terlihat indah dan sekarang pun masih indah senja akan selalu terlihat indah meski kenangan yang dirasa tak selalu indah

menunggu senja

sinaran di ufuk barat memancarkan kehangatan dalam senyap beribu pasang mata seringkali luput darinya cobalah, berhentilah sejenak barang 5 menit nikmati hangatnya pemandangan kala itu maka akan kau dapati bahwa waktu itu adalah waktu yang tepat tuk berucap Mahasuci Alloh atas semburat keindahan yang diberikanNya pada manusia di setiap harinya setelahnya akan kau dapati malam mulai menyelimuti kala itu manusia mendapatkan nikmat kembali nikmat untuk dapat beristirahat mempersiapkan diri untuk esok hari maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? adakah pertanyaan dari kalian, siapakah yang menciptakan keindahan ini? siapakah yang memelihara bulan, bintangm dan matahari untuk tetap di garis edarnya? tidak ada jawaban lain kecuali hanya Alloh SWT yang telah berkuasa atas segala di alam semesta ini.. #renungan kala menunggu senja menghampiri dari balik jendela#250814

refleksi lebaran

Padamu juga, aku tidak akan berani untuk menyukaimu Karena dalam hatiku, aku belum dapat berhasil mencintaiNya mencintaiNya, hal yang ingin aku lakukan pertama kali sebelum dapat mencintaimu mencintai kedua orang tua, ku harap dapat menjadi lantaranku dalam mencintaiNya tapi mencintaimu, aku belum berani sebalum aku mampu mencintaiNya maafkan aku ke depan, aku akan berusaha untuk tidak mengganggumu bila memang pada akhirnya berjodoh pada ikrar janji suci pernikahan aku ingin itu terjadi karena kehendakNya bilapun tidak terjadi seperti apa yang diimpikan aku yakin Dia memiiliki rencana terbaik untukku Allah selalu memiliki kebaikan untuk hambaNya Ia begitu pemurah lagi penyayang Tak pantas aku meragukan takdirNya Sebagaimana tak boleh aku berputus asa padaNya, insyaaAlloh