Langsung ke konten utama

tokoh utama

Dalam sebuah cerita, selalu ada tokoh utama.
Tokoh utama yang menjadi pusat dari segala cerita, konflik, masalah yang ada dalam alurnya.
Menjadi tokoh utama, adalah hal yang pasti bagi setiap manusia.
Hanya saja, terkadang ia tersibukkan dengan drama milik orang lain.
Hingga tak sadar bahwa diri sendiri adalah juga tokoh utama dari cerita kehidupannya.

Menjadi tokoh utama, tentunya bukan hal yang mudah.
Membuat keputusan penting.
Menjalankan alur besar dari cerita.
Menyelesaikan masalah yang muncul dalam cerita.
Membuat hubungan yang kadang tak mudah, bahkan rumit.
Menjaga keseimbangan antara peran satu dengan yang lain.
Menjadi motor penggerak dalam cerita.
Dan masih banyak lagi tugasnya.

Tokoh utama juga memegang peran penting disukainya suatu cerita.
Membawa pengaruh bagi lingkungannya.
Menjadikannya pusat dari segala kejadian yang ada.
Membawa kesuksesan bagi cerita.

Entah seberapa banyak lagi tanggung jawab dari si tokoh utama.
Ada yang mau menambahkannya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

mencari

setiap kita adalah pencari pencari makna pencari makan pencari berita   bagi para pencari proses ini tidak akan berhenti, karena belajar salah satunya dengan mencari   yang kemudian perlu dijadikan pagar adalah bahaimana pencarian berlandaskan pada aturan yang tidak menyimpang dan disertai permohonan agar tetap diberikan petunjuk oleh Yang Maha Menciptakan

drama

Hidup itu adalah drama Tak jarang kita melontarkan kalimat "ah, drama!" pada apa yang terjadi pada orang di sekitar kita ketika ia bercerita Tapi, ingatkah kita? Bahwa hidup kita pun adalah drama Drama yang kita lalui Drama yang kita lah pemeran utamanya Tapi kenapa? Kita baru menyebut drama ketika orang lain bercerita Ketika kita tidak ada di sana sebagai pemeran utama Apakah karena kita lebih suka mengamati drama orang lain? Ataukah karena kita tidak berani menjadi tokoh utama dalam drama kita sendiri? Mana yang benar ini?

sejarah filsafat

SEJARAH ALIRAN FILSAFAT A.     Pendahuluan Filsafat   adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika (Anonim, 2012). Sebelum dikenal filsafat, masyarakat lebih mempercayai adanya mitos-mitos dalam kehidupan mereka. Setiap hal dianggap sebagai sesuatu yang wajar terjadi dan yang telah menjadi mitos sebelum-sebelumnya. Hal ini menjadikan masyarakat pada zaman itu hanya berpedoman pada mitos dan belum memikirkan akan apa yang mungkin mendasari kejadian-kejadian yang mereka alami dalam kehidupan. Kejenuhan terhadap mitos yang dengan jelas tidak mampu menjelaskan kejadian yang mereka ala...